Minggu, 20 Desember 2009

manajemen persediaan



BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Persediaan di banyak perusahaan merupakan salah satu aset yang paling mahal, manajer oprasional di dunia telah lama menyadari bahwa manajemen persediaan yang baik itu adalah hal yang sangat penting. Suatu perusahaan dapat mengurangi biaya dengan cara mengurangi tingkat persediaan yang ada di perusahaan, karena dengan adanya persediaan yang overload akan menjadikan biaya menjadi bertambah. Di lain pihak konsumen akan merasa tidak puas jika suatu produk stoknya habis, dan hal ini akan memungkinkan konsumen berpindah pada produk lain, maka perusahaan harus mencapai keseimbangan antara investasi persediaan dengan tingkat pelayanan konsumen
Dari permasalahan di atas tentunya pengelolaan persediaan sangatlah penting, maka dari itu penulis mengambil judul yaitu "Manajemen persediaan".

B.Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas penulis merumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagia berikut:
1.Apakah yang Dinamakan dengan Persediaan dalam Sebuah Perusahaan?
2.Ada Berapakah Jenis Persediaan ?
3.Apakah Fungsi dari Persediaan?
4.Apasajakah yang Termasuk dalam Biaya Persdiaan ?
5.Apa yang Dimaksud dengan Model Economis Order Quantity?

C.Tujuan Pembahasan
1Untuk Mengetahui Persediaan dalam Sebuah Perusahaan.
2Untuk Mengetahui Jenis-jenis Persediaan .
3Untuk Mengetahui Fungsi dari Persediaan.
4Untuk Mengetahui Apa yang Termasuk dalam Biaya Persdiaan .
5Untuk Mengetahui Model Economis Order Quantity.

Teknis penulisan makalah ini berpedoman pada buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Desertasi, Artikel, Makalah, Laporan Penelitian. Universitas Negeri Malang (UM, 2007)
BAB II
PEMBAHASAN


A.Pengertian Persediaan
Sebelum kita masuk pada pembahasan yang lebih lanjut, terlebih penulis skan menjelaskan tentang pengertian persediaan (inventory).
Menurut Handoko (1999:333) persediaan (inventory) adalah "suatu istilah umum yang menunjukkan segala sesuatu atau sumber daya-sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan". Permintaan tersebut meliputi bahan mentah, barang dalam proses, barang jadi ataupun produk final (produk jadi).
Sedangkan pengertian persediaan menurut Harjanto (2004:219) persediaan adalah merupakan "barang atau bahan yang disimpan yang digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu". Misalnya saja untuk proses produksi, perakitan, untuk dijual kembali dan sebagai suku cadang dari sebuah mesin.
Pendapat lain mengatakan bahwa Persediaan adalah barang yang dimiliki  untuk dijual atau untuk diproses selanjutnya dijual (Achun, 2008). Berdasarkan pengertian tersebut maka perusahaan jasa tidak memiliki persediaan, perusahaan dagang hanya memiliki persediaan barang dagang sedang perusahaan industri memiliki 3 jenis persediaan yaitu persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi siap disalurkan pada konsumen.

B.Jenis-jenis Persediaan.
Persediaan terbagi dalam beberapa jenis, setiap jenisnya memiliki karakteristik dan ciri-ciri khusus tersendiri. Dalam pengelolaan dan pemeliharaanya pun berbeda-beda. Persediaan ini bisa berupa bahan mentah, bahan pembantu, barang dalam proses, dan barang jadi ataupun suku cadang. Menurut beberapa ahli manajemen oprasional mereka menyebutkan definisi yang berbeda-beda namun masih memiliki muatan materi inti yang sama. Heizer & Render (2004:61) menyebutkan bahwa untuk mengakomodasi fungsi persediaan, perusahaan memiliki 4 Jenis persediaan, yaitu:
1.Persediaan bahan baku (raw material inventory).
Adalah sebuah bahan baku yang belum memasuki proses produksi yang kegunaanya untuk memisahkan para pemasok dari proses produksi.
2.Persediaan barang setengah jadi (Working in proses- WIP inventory).
Adalah bahan baku atau komponen yang sudah mengalami proses produksi tapi masih belum sempurna atau masih belum menjadi produk jadi.
3.MRO (Maintenen/repair/ operating).
Pemeliharaan/ perbaikan/ oprasi. Di perlukan untuk berjaga-jaga jika ada kerusakan mesin dalam salah satu proses produksi dan MRO ini harus di jadwalkan atsu di antisipasi.
4.Persediaan barang jadi ( finished goods inventory).
Produk akhir yang sudah jadi dan siap untuk dijual.
Selain dari keempat jenis persediaan tersebut Handoko (1999:334) menambahkan yaitu:
5.Persediaan Komponen-komponen Rakitan ( Purchased parts/component).
Persediaan yang terdiri dari komponen komponen yang diperoleh dari perusahaan-perusahaan lain, dimana komponen tersebut dapat dirakit kembali menjadi suatu produk.
6.Persediaan Bahan Pembantu atau Penolong (suplies).
Persediaan barang-barang yang diperlukan dalam pross produksi, tetapi tidak merupakan komponen atau bagian dari barang jadi.

C.Fungsi-fungsi persediaan.
Pesediaan dalam sebuah perusahaan merupakan suatu hal yang sangat penting. Pesrsediaan memiliki berbagai fungsi karena jika perusahaan mengalami kekurangan barang persediaan maka akan berakibat pada hal-hal seperti tertundanya penjualan sehingga akan menghambat proses pendapatan laba. Kehilangan penjualan, kehilangan pelanggan. Maka disini peesediaan memiliki peranan penting dalam perusahaan.
Adapun fungsi-fungsi dari persediaan adalah seperti yang telah disebutkan Handoko (1999: 335-336) dalm bukunya yang berjudul " Dasar-dasar manajemen produksi dan oprasi". Persediaan memilik tiga fungsi, Yaitu:
1.Fungsi Decoupling
Persediaan bahan mentah diadakan agar perusahaan tidak sepenuhnya bergantung pada pengadaanya dalam hal kuantitas dan waktu pengiriman. Persediaan barang dalam proses diadakan agar departemen-departemen dan proses-proses individual perusahaan terjaga kebebasannya. Persediaan barang jadi diperlukan untk memenuhi permintaan produk yang tidak pasti dari para pelanggan. Persediaan dapat digunakan untuk menghadapi fluiktuasi permintaan konsumen yang tidal dapat diperkirakan atau diramlkan disebut uga dengan fluctuation stock.
2.Fungsi Economic Lot Sizing.
Melalui pnyimpanan persediaan, perusahaan dapat memproduksi dan membeli sumber daya-daya dalm kuantuitas yang dapat mengurangi biaya-biaya perunit. Persediaan "lot size" ini perlu mempertimbangkan penghematan-penghematan, karena perusahaa membeli dalam jumlah yag besar dibandingkan dengan biaya-biaya yang timbul karena besarnya persediaan.
3.Fungsi Antisipasi.
Persediaan memiliki fungsi antisipasi terhadap fluktuasi pelanggan atau konsumen yang tidak dapat diramalkan berdasar pengalamn-pengalaman masa lalu. Atau permintaan musiman sehingga perusahaan dapat mengadakan persediaan musiaman (Seasional inventories).
Disamping itu perusahaan juga sering menghadapi ketidak pastian jangka waktu pengiriman dan permintaan akan barang-barang selama satu periode, sehingga membutuhkan persediaan ekstra atau disebut dengan persediaan pengaman.
Selain itu persediaan (inventory) dapat memiliki berbagai fungsi penting yang menambah fleksibilitas dari proses produksi, atau oprasi suatu perusahaan. Yaitu
1.Untuk memberikan suatu stock barang; agar dapat memenuhi permintaan yang di antisipasi dari konsumen yang bersifat fluktuatif
2.Untuk memangkan produksi dengan distribusi. Misalnya bila permintaan produksinya tinggi hany apad musim panas, perusahaan dapat memenuhi stock selama musim dingin, sehingga biaya kekurangan stok dan kehilangan pelanggan dapat dihindari.
3.Untuk mengambil keuntungan dari potongan jumlah.karena pembelian dlam jumlah yang besar secara substansial dapat menurunkan biaya produk.
4.Untuk melakukan Holding terhadap inflasi dan perubahan harga. Untuk menghindar dari kekurangan stok yang dapat terjadi karena perubahan cuaca, kekurangan pasokan, masalah mutu, atau pengiriman yang tidak tepat.
5.Untuk menjaga agar opeasi dapat berjalan dengan baik dengan menggunakan barang dalam proses yang telah di sediakan. Hal seperti ini diperlukan karena kebutuhan waktu yang digunakan untuk memproduksi barang dan sepanjang berlangsungnya proses terkumpulnya persedian (Heizer & Render, 2001:314).

D.Biaya-biaya persedian.
Persediaan merupakan salah satu asset penting perusahaan. Pengelolaan persediaan pun memperoleh perhatian dari manajemen. Tanpa persediaan sama sekali akan menjadikan proses prodeksi menjadi terhambat dan persediaan yang terlalu banyak, juga itu tidak baik baik bagi perusahaan. Mengapa tidak baik? Jawabannya tidak lain biaya persediaan. Menurut Mulyana (2007) Unsur biaya yang terdapat dalam persediaan diklasifikasikan menjadi tiga. Pertama, biaya pemesanan. Yang kedua, biaya penyimpanan. Dan yang ketiga, biaya kekurangan persediaan. Biaya pemesanan dikeluarkan terkait aktifitas pemesanan bahan atau barang sejak dari penempatan pemesanan sampai tersedia di gudang.
Handoko (1999:336-338) menyebutkan bahwa dalam pembuatan sebuah keputusan yang akan mempengaruhi besarnya (jumlah) persediaan, maka manajer oprasional harus memertimbangkan biaya-biaya variabel yang terkait dengan pengadaan persediaan. Dengan mengetahui biaya biaya yang terdapat atau terkait dengan persediaan maka manajer diharapkan mampu mengambil keputusan yang bijak mengenai kadar persediaan yang paling ekonomis dalam perusahaanya. Biaya- biaya tersebut Yaitu:
1.Biaya penyiapan (manufacturing).
Biaya ini keluar jiak perusahaan meproduksi bahan-bahan dasar dalam pabrik sendiri, maka perusahaan menghadapi biaya penyiapan (Setup Cost) untuk memproduksi komponen tertentu. Biaya-biaya tersebut meliputi:
a.Biaya mesin-mesin mengenggur
b.Biaya persiapan tenaga kerja langsung
c.Biaya scheduling
d.Biaya ekspedisi.
2.Biaya pemesanan (pembelian).
Setiap kali bahan dipesan, maka perusahaan akanmenanggung biaya pemesanan. Biaya-biaya tersebut meliputi:
a.Pemrosesan pesanan dan biaya ekspedisi
b.Upah
c.Biaya telepon
d.Pengeluaran surat-menyurat.
e.Biaya pengepakan dan penimbangan
f.Biaya pemeriksaan (inspeksi) penerimaan.
g.Biaya pengiriman ke gudang
h.Biaya Hutang lacar
3.Biaya Penyimpanan (holding cost atau carrying cost).
Biaya penyimpanan ini bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan perperiode akan semakin besar apabila kuantitas bahan yang dipesan semakin banyak, atau rata-rata persediaan semakin tinggi. Biaya-biaya penyimpanan meliputi:
a.Biaya fasilitas penyimpana seperti penerangan, pemanas,pendingin atau yang lainnya.
b.Biaya modal yaitu alternative pendapatan atas dana yang diinvestasikan dalam persediaan.
c.Biaya keusangan
d.Biaya perhitungan phisikdan konsiliasi laporan
e.Biaya asuransi persediaan.
f.Biayay pajak persediaan
g.Biaya pencurian, pengrusakan, atau perampokan (jika ada).
h.Biaya penangana persediaan
4.Biaya kekurangan atau kehabisan Bahan (Shortage cost)
Biaya ini paling sulit diperkirakan biaya ini timbu bila mana persdiaan tidak memenuhi atau mencukupi adanya permintaan bahan,yang termasuk dlam biaya ini adalah:
a.kehilangan penjualan
b.Kehilangan langganan
c.Biaya pemesanan Khusus
d.Biaya ekspedisi
e.Selisih Harga
f.Tergangunya oprasi
g.Tambahan pengeluaran kegiatan manjerial.

E.Model Economic Order Quantity (EOQ).
Masalah utama persediaan adalah penetapan jumlah persediaan yang ekonomis. karena manajer sering dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan seperti, berapa jumlah persediaan yang dibutuhkan? Kapan bahan baku itu di pesan agar biaya bisa minimal? Dan berapa jumlah persediaan yang harus diadakan agar mampu meminimalkan ongkos pemeliharaan dan penyimpanan persediaan dan produksi? Sehingga penentuan persediaan yang optimal dapat digunakan model kuantitas pemesanan yang ekonomis: Economic Ordering Quantity Model (EOQ). EOQ adalah Kuantitas persediaan yang optimal atau yang menyebabkan biaya persediaan mencapai titik terendah. Model EOQ ini merupakan Suatu rumusan untuk menentukan kuantitas pesanan yang akan meminimumkan biaya persediaan (Kusuma, 2002:132).
Dari pertanyaan dan pernyataan tersebut dapat kita simpulkan Metode persediaan yang paling terkenal adalah model-model economic order quantity (EOQ), atau economic lot size (ELS). Namun dalam pembahasan ini digunakan EOQ yang mencakup pengertia keduanya EOQ dan ELS (Handoko, 1999:339).
Dalam teori, konsep EOQ kadang-kadang juga disebut model fixed order quantity. Sederhan. Model EOQ digunakan untuk menentukan kuantitas pesanan persedian untuk meminimumkan biaya langsungbiaya penyimpanan persediaan dan biaya kebalikannya (inverse cost) pesanan persediaan.
Untuk menghitung EOQ sederhana dapat mengunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan:
D = penggunaan atau permintaan yang diperkirakan perperiode waktu.
S = Biaya pemesanan (persiapan pesanan dna penyiapan mesin) per
pesanan
H = biaya penyimpanan per unit per tahun.

Model EOQ diatas dapat di terapkan dengan asumsi
a.Permintaan akan produk adalah konstan seragam dan diketahui
b.Harga per unti produk daldh konstan
c.Biaya penyimpanan Unit pertahun (H) adalah konstan
d.Biaya pemesanan per pesanan (S) adalah konstan
e.Waktu anara pesanan yang dilakukan dan barang-barang yang diterima (lead,time, L) adalah konstan
f.Tidak terjadi kekurangan barang atau backorder
Selain dari model EOQ sederhana tersebut ada lagi Model EOQ yaitu:

1. EOQ dengan Backorder.
Sangat sering perusahaan akan, dapat mengalami kekurangan persediaan tanpa kehilangan penjualan selama periode kehasbisan persediaan (out off stock). Bila barang yang disuplai terlambat dipesanan-pesanan dimasa lalu “backordering” persediaan unit dan barang dipesan kembali, Model sederhana dapat digunakan untuk menentukan EOQ.
Anggapan-angaapan dan istilah-istilah model backorder identik engan EOQ dasar tetapi ada beberapa pengecualian yaitu terperinci sebagai berikut:
a.Ada waktu (t1) dimana ada surplus persediaan (I)
b.Waktu (t2) dimana ada kekurangan persediaan (Q – I)
c.Setiap siklius memerlukan waktu yang sama
d.Biaya back ordering per unit pertahun adalah konstan ( B, Rp /unit/ tahun)
e.Backorder dan persedian dipenuhi secara bersamaan.
Rumus EOQ model Backordering dapat dirumuskan, sebagai berikut
Rumus surplus persediaan ;
Rumus Biaya persediaan total tahunan

2. EOQ dengan Tingkat Produksi Terbatas (Finite Production Rate).
Model EOQ dasar menganggap bahwa kuantitas yang di pesan di terima seluruhnya pada saat yang sama. Dalam jumlah Tunggal Q. Berapa produk yang dibeli dan di produksi sendiri perusahaan tidak selalu memenuhi anggapan tersebut. Jadi, persediaan tidak di penuhi semua secara bersamaan tetapi secara bertahap. Kuantitas pesanan tidak diterima dalam jumlah besar, tetapi diterima dalam jumlah atau kuantitas yang lebih kecil sejalan dengan kemajuan produksi. Produk-produk yang dibeli atau diproduksi sendiri mempunyai tingkat produksi (P) yang relati f lebih besar dari tingkat permintaan (d).
Anggapan-anggapan atu istilah-istilah model ini yang berbeda dari model dasar dapt di perinci sebagai berikut:
a.Kuantitas pesanan tidak dipenuhi semuanya pada saat yang sama tetapi tersedia dalam kuantitas-kuantitas yang lebih kecil pada tingkat produksi atau pemenuhan yang konstan (P).
b.Tingka permintaan (d) relatif lebih besar dari pada tingkat produksi.
c.Selama produksi dilakukan (tp), tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan (p –d ).
d.Selama Q unit diproduksi, besarnya tingkat persediaan maksimum kurang dari Q karena penggunaan selama pemenuhan.
Rumusan EOQ model ini atau sering disebut juga dengan Economic production quantity adalah sebagai berikut :

Sedangkan rumusan biaya persediaan total adalah sebagai berikut:


3. Model-model Potongan Kuantitas.
Model-model sebelumnya telah memperhatikan bahwa potongan kuantitas atau harga per unit lebh rendah mungkin diberikan bila perusahaan membeli dalam kuantitas-kuantitas persediaan yang lebih besar. Pada umumnya, tidak ada rumusansederhana ntk memecahkan masalahEOQ bila potongan diberikan. Ada beberap algorithma umum yang dapat digunakan bila potongan kuantitas diberikan. Dua algorithma akan di jelaskan sebagai berikut.
Karena harga bervariasi dengan jumlah yang dipesan, fungsi biaya total paling sedikit mencakup tiga macam biaya : biaya-biaya penyimpanan, pemesanan dan pembelian. Dengan C sama dengan harga pembelian, fungsi biaya total sekarang.

TC = DC + H + S

Hubungan antara harga (C) dan kuantitas (Q) biasanya diberikan dalam suatu tabel atau skedul. Konsekuensinya, biasanya tidak ada fungsi matematik sederhana yang dapat menggambarkan hubungan antara C dan Q. Oleh karena itu, sering diperlukan pecarian yang sistematik untuk menentukan kuantitas pesanan yang paling baik.

a. Potongan kuantitas dengan biaya penyimpanan merupakan suatu persentase dari harga.

Dalam situasi ini supplier memberikan pengurangan harga kepada para langganan pada kuantitas pada kuantitas yang berbeda-beda dan biaya penyimpanan per unit dinyatakan dalam persentase dari harga. Sebagai contoh prosentase biayapenyimpanan per unit (h) adalah 22% dari harga. Prosedur untuk menemukan EOQ dsalam kasus ini adalah :

1.Hitung EOQ pada harga terendah. Bila EOQ feasibel (yaitu, mungkin pada harga itu ), ini berarti merupakan kuantitas pesanan yang optimal. Perhitungan lebih lanjut tidak diperlakukan.
2.Bila EOQ tidak feasibel (yaitu, tidak mungkin pada harga itu) hitung biaya total pada kuantitas terendah yang feasibel pada harga itu.
3.Kemudian hitung EOQ untuk harga terendah berikutnya (kedua). Bila EOQ feasibel hitung biaya totalnya. Kuantitas optimal adalah salah satu dari kuantitas yang telah dihitung yang mempunyai biaya total terendah. Bila langkah kedua dan EOQ kedua ini tidak feasibel, ulangi langkah 2 dan 3 sampai EOQ yang feasibel diketemukan atau perhitungan selanjutnya tidak dimungkinkan.

b. Potongan kuantitas dengan biaya penyimpanan tertentu.

Bila biaya pemesanan per unit bukan dinyatan dalam persentase dari harga pembelian tetapi bervariasi sesuai ketentuan, pencarian kuantitas pesanan yang optimal memerlukan perhitungan seluruh biaya-biaya minimum feasibel. Prosedur yang digunakan sebagai berikut:

1.Hitung biaya total untuk setiap harga dan biaya penyimpanan pada EOQ yang feasibel.
2.Bila EOQ tidak feasibel hitung biaya total pada kuantitas terendah yang feasibel.
3.Kuantitas pesanan yang optimal adalah EOQ yang menghasilkan total biaya minimum
BAB III
KESIMPULAN

Dari pembahasan di atas, penulis dapat menyimpulkan beberapa hal bahwa Persediaan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam perusahaan. Bila perusahaan menanamkan terlalu banyak dananya dalam persedian, menyebabkan biaya penyimpanan yang berlebihan, dan mungkin mempunya opportunity cost (dana dapat ditanamkan dalam investasi yang lebih mengutungkan). Demikian pula, bila perusahaan tidak mempunyai persediaan yang mencukupi, dapat mengakibatkan biaya-biaya dari terjadinya kekurangan bahan.
Persediaan merupakan suatu hal yang sangat penting karena persediaan membentuk hubungan antara produksi dan penjualan produk. Maka manajer Oprerasi harus bisa mengatur persediaan dengan baik. Karena kesalahan dalam menetapkan persediaan dapat berakibat fatal, suatu contoh Persediaan terlalu kecil, mengakibatkan Hilangnya kesempatan untuk menjual dan memperoleh laba. Sedangkan jika Persediaan terlalu besar, maka akan berakibat pada biaya besar, sehingga memperkecil laba, dan malah akan memperbesar resiko.
Tujuan dari manajemen Persediaan adalah menyediaan persediaan yang dibutuhkan untuk menyokong operasi dengan biaya minimum (optimal dapat digunakan model kuantitas pemesanan yang ekonomis).

DAFTAR RUJUKAN


Achun. 2008. Manajemen Persedisaan dan Produksi, (Online), (Http://www.dataon.com/library/files/Persediaan.htm, diakses 22 Oktober 2009).

Handoko, T. H. 1999. Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Oprasicetakan keduabeas. Yogyakarta: BPFE

Harjanto, E. 2004. Manajemen Produksi dan Operasi. Edisi kedua cetakan keempat. Jakarta: PT Grasindo.

Heizer, J.& Render, B. 2001. prinsip-prinsip Manajemen operasi. Jakarta : Salemba Empat

Heizer, J. & Render, B. 2004. Oprational managment (Manajemen Operasi).Buku 2 edisi ketujuh. Jakarta : Salemba Empat.

Kusuma, H. 2002. Manajemen Produksi; Perencanaan dan pengendalian Produksi. Jogyakarta: ANDI

Mulyana, I. 2007. Biaya-biaya yang terkandung dalam persediaan, (Online), (http://id.shvoong.com/business-management/management/1698741-biaya-biaya-yang-terkandung-dalam-persediaan/.html, diakses 22 Oktober 2009).

Reksohadipodjo, S. & Gitosudarmo, I. 2000. Manajemen produksi. Edisi keempat cetakan kesebelas. Yogyakarta: BPFE

Universitas Negeri Malang. 2007. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Desertasi, Artikel, Makalah, Laporan Penelitian. Edisi Keempat, Cetakan Ketiga. Malang: Biro Administrasi Akademik, Perencanaan dan Sistem Informasi bekerja sama dengan Penerbit Universitas Negeri Malang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar